Showing posts with label Sejarah Perusahaan. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Perusahaan. Show all posts

Tuesday, May 16, 2017

Sejarah Berdirinya PT Chandra Asri Petrochemical, Beserta Visi dan Misi

PT Chandra Asri didirikan oleh Bapak Prajogo Pangestu pada tahun 1990. Proyek pabrik petrokimia dimu lai tanggal 11 Maret 1991. Proyek sempat dihentikan oleh Pemer intah karena krisis devisa pada tanggal 10
Oktober 1991 dan dilanjutkan kembali tanggal 1 April 1993. Pembangunan pabrik selesai tanggal 28 Januari 1995. Akta pendirian perusahaan dibuat oleh notaris Benny Kristianto SH nomor 52 tanggal 6 Maret 1990 dan terakhir perubahan akta dibuat oleh notaris Sutjipto SH nomor 166 tanggal 15 Agustus 2008. Nomor Surat Izin Usaha Industri : 373/T/INDUSTRI/1995 dan izin perluasan nomor : 182/T/INDUSTRI/2009 dikeluarkan oleh BKPM. Nomor NPWP : 01.339.979.5-052.000 Dengan modal awal Rp 667.060.000.000 Pemegang saham terakhir : Glazer and Putnam Investment Limited : 30 % Marigold Resources, Pte Ltd : 7,24%, PT Barito Pacific Tbk : 62,76% dan jumlah asset sekarang US$ 1,220,000,000


Sejak Chandra Asri (CA) memulai produksinya pada tahun 1995, Chandra Asri mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam industri plastik nasional dan memperkerjakan kurang lebih 1 juta orang Indonesia dan menyelamatkan miliaran dollar dar i imp ort barang. Banyak dari fasilitas petrokimia berkembang sangat cepat di Indonesia. Yang berlokasi diradius 30 km dari Chandra Asri. Dan mereka mengener alisasikan pertumbuhan industri yang menghasilkan kontribusi yang besar untuk negara dalam kekuatan industrinya. Sejak pengesahan, Chandr a Asri telah meningkatkan kapasitas dan meningkatkan infrastruktur agar bisa lebih menumbuhkan servis yang lebih baik dan pengantaran barang kepada pelanggan-pelanggan Chandra Asri. Penjualan mengalami peningkatan 2 kali lipat dalam 2 tahun dari tahun 2002-2004 dan pada saat ini menghasilkan 1,6 miliar USD per tahun. Sejak itu peningkatan ekonomi berlanjut. Dan meningkatkan perusahaan-perusahaan manufkatur plastik di Indonesia menjadi lebih tumbuh dan mempunyai prospek yang bagus di Chandra Asri untuk masa depan.

Chandra Asri mempunyai perencanaan yang baik untuk pertumbuhan ke depan agar kapasitas produksi dan memperbaharui fasilitas pendukung yang Chandra Asri punya agar bisa bersaing dimasa depan. Hal ini akan menumbuhkan har apan untuk para pelanggan,para karyawan, dan para pemegang saham di Chandra Asri. Fasilitas Chandra Asri terdap at di Ciwandan, Cilegon, Jawa Barat merup akan komp lek p etrokimia utama di Indonesia yang berkelas dunia, dan mempunyai teknologi dan fasilitas yang mendukung. Inti dari produksi Chandra Asri terhubung dengan ABB Lummus Global Cracker yang memproduksi Ethylene, Propylene, dan Pyrolysys gas yang berkualitas tinggi untuk pasar Indonesia dan pasar ekspor. Chandra Asri terintegerasi dengan fasilitas produksi polyethylene untuk membuat polyethylene untuk membuat polyethylene resins 

Kapasitas produksi datang dari salah satu perusahaan Unipol Reactor terbesar di duni8a yang didesain oleh Union Carbide. Fasilitas ini memenuhi untuk mengganti mode produksi linear rendah dan high density resins. Kapasitas produksi lainya didukung oleh Showa Denko KK yang berasal dari Jepang, yang juga memproduksi polyethylene. Dua fasilitas produksi ini dikombinasikan untuk membuat jarak dari resins grade.
Untuk mendukung kelangsungan produksi, Chandra Asri mempunyai akses terhadap PLN agar bisa mendukung kekuatan dalam produksinya. 

Visi dan misi PT Chandra Asri
Visi : Menjadi salah satu perusahaan pelastik mentah terbesar di dunia. 

Misi :
- Memberikan har ga dan servis yang terbaik pada Customer. 
- Memberikan semua kary awan fasilitas p enunjang untuk menjaga kinerja para karyawan.

Sejarah Berdirinya PT Telkom Indonesia, Tbk. Beserta Visi dan Misi



Perusahaan Telekomunikasi sudah ada sejak masa Hindia Belanda dan yang menyelenggarakan  adalah  pihak  swasta.  Sedangkan  perusahaan  Telekomunikasi Indonesia (PT. TELKOM) sendiri juga termasuk bagian dari perusaahaan tersebut yang mempunyai bentuk badan usaha  Post-en Telegraaflent  dengan  Staats blaad No.52  tahun  1884.  Dan  sejak  tahun  1905  perusahaan  Telekomunikasi  sudah berjumlah  38  peusahaan.  Namun  setelah  itu  pemerintah  Hindia  Belanda mengambil  alih  perusahaan  tersebut  yang  berdasar  kepada  Staatsblaad  tahun 1906.  Dan  sejak  itu  berdirilah   Post,  Telegraf  en  Telefoon  Dients  (PTTDients),dan perusahaan ini ditetapkan sebagai Perusahaan Negara berdasar Staats blaad  No.419  tahun  1927  tentang  Indonesia   Bedrijven  Weet  (I.B.W  UndangUndang Perusahaan Negara).



Perusahaan  PTT  tesebut  bertahan  sampai  adanya  Peraturan  Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No.19 tahun 1960 oleh Pemerintah Republik Indonesia, tentang adanya persyaratan suatu Perusahaan Negara (PN). Tetapi pada tahun  1961  menurut  Peraturan  Pemerintah  No.240  bahwa  Perusahaan  Negara dilebur menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi yang dimuat dalam pasal 2 I.B. Namun  pada  tahun  1965  pmemerintah  membagi  perusahaan  Pos  dan Telekomunikasi menjadi dua bagian yang berdiri sendiri yaitu Perusahaan Pos dan Giro  (PN.  Pos  dan  Giro)   serta  Perusahaan  Negara  Telekomunikasi  (PN. Telekomunikasi)  yang  sudah  diatur  dalam  Peraturan  Pemerintah  No.30  tahun 1965. Dan perusahaan tersebut berkembang menjadi Perusahaan Umum (Perum). Dalam  Peraturan  Pemerintah  No.36  tahun  1974  dinyatakan  bahwa  Perum Telekomunikasi  sebagai  penyelenggara  jasa  Telekomunikasi  untuk  umum  baik Telekomunikasi dalam negeri maupun luar negeri.

Perusahaan  Umum  (PERUM)  Telekomunikasi  merupakan  penyelenggara jasa telekomunikasi  untuk  umum,  bai k  hubungan  telekomunikasi  dalam  negeri maupun  luar  negeri.  Tentang  hubungan  telekomunikasi  luar  negeri  saat itu  juga diselenggarakan  oleh  PT.  Indonesia   Satelite  Corporation  (INDOSAT),  yang masih  berstatus  perusahaan  asing  yakni  dari   American  Cable  and  Radio  Corp yaitu  suatu  perusahaan  yang  didirikan  berdasarkan  peraturan  negara  bagian Delaware, USA. Seluruh saham PT Indosat dengan modal asing ini pada tahun 1980 dibeli oleh Indonesia dari  American Cable and radio Corp. Pemerintah mengeluarkan Peraturan  Pemerintah  No.  22  tahun  1274  berdasarkan  PP  No.  53  tahun  1980, Perumtel  ditetapkan  sebagai  badan  usaha  yang  berwenang  menyelenggarakan telekomunikasi untuk umum dalam negeri dan Indosat ditetapkan sebagai badan usaha penyelenggara telekomunikasi urnurn untuk internasional.

Memasuki  Repelita  V,  pemerintah  merasakan  perlu  percepatan pembangunan Telekomunikasi  sebagai   infrastruktur  yang  diharapkan  dapat memacu pembangunan sektor lainnya. Berdasarkan PP No. 15 tahUH 1991, maka Perum  dialihkan  menjadi  Perusahaan  Perseroan  (persero).  Mengantisipasi  era globalisasi, seperti diterapkannya perdagangari  bebas baik internasional maupun regional,  maka  PT  Telkom  pada  tahun  1995  melaksanakan  3  program  besar. Program-program  tersebut  adalah  restrukturisasi  internal,  penerapan  KSO  dan persiapan Go Public Internasional (International Public Offering). Kronologi sejarah PT Telkom dijelaskan sebagai berikut :

1.  1882  sebuah  badan  usaha  swasta  penyedia  layanan  pos  dan  telegrap
dibentuk pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
2.  1906  Pemerintah  Kolonial  Belanda  membentuk  sebuah  jawatan  yang mengatur  layanan  pos  dan  telekomunikasi  yang  diberi  nama  Jawatan Pos, Telegrap dan (Post, Telegraph en Telephone Dienst/PTT).
3.  1945  Proklamasi  kemerdekaan  Indonesia  sebagai  negara  merdeka  dan berdaulat, lepas dari pemerintahan Jepang.
4.  1961  Status  jawatan  diubah  menjadi  Perusahaan  Negara  Pos  dan Telekomunikasi (PN Postel).
5.  1965 PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos  dan  Giro),  dan  Perusahaan  Negara  Telekomunikasi  (PN Telekomunikasi).
6.  1974  PN  Telekomunikasi  disesuaikan  menjadi  Perusahaan  Umum Telekomunikasi  (Perumtel)   yang  menyelenggarakan  jasa telekomunikasi nasional maupun internasional.
7.  1980  PT  Indonesian  Satellite  Corporation  (Indosat)  didirikan  untuk menyelenggarakan  jasa  telekomunikasi  internasional,  terpisah  dari Perumtel.
8.  1989  Undang-undang  No.  3  tahun  1989  tentang  Telekomunikasi, tentang peran serta swasta dalam penyelenggaraan Telekomunikasi.
9.  1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan PP no. 25 tahun 1991.
10.  1995  Penawaran  Umum  perdana  saham  TELKOM  (Initial  Public Offering) dilakukan pada tanggal 14 November 1995. sejak itu saham TELKOM  tercatat  dan  diperdagangkan  di  Bursa  Efek  Jakarta  (BEJ), Bursa  Efek  Surabaya  (BES),   New  York  Stock  Exchange  (NYSE)  dan London Stock Exchange  (LSE). Saham TELKOM juga diperdagangkan tanpa  pencatatan  (Public  Offering  Without  Listing)  di   Tokyo  Stock Exchange.
11.  1996  Kerja  sama  Operasi  (KSO)  mulai  diimplementasikan  pada  1 Januari  1996  di  wilayah  Divisi  Regional  I  Sumatra  dengan  mitra  PT Pramindo  Ikat  Nusantara  (Pramindo);  Divisi  Regional  III  Jawa  Barat dan  Banten-dengan  mitra  PT  Aria  West  International  (AriaWest); Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta -  dengan mitra PT Mitra  Global  Telekomunikasi  Indonesia  (MGTI);  Divisi  Regional  VI Kalimantan  dengan  mitra  PT  Dayamitra Telekomunikasi  (Dayamitra); dan  Divisi  Regional  VII  Kawasan  Timur  Indonesia -dengan  mitra  PT Bukaka Singtel.
12.  1999 Undang-undang nomor 36/ 1999, tentang penghapusan monopoli penyelenggaraan telekomunikasi.
13.  2001  KOM  membeli  35%  saham  Telkomsel  dari  PT  Indosat  sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi  industri jasa telekomunikasi di Indonesia, yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dengan Indosat. Dengan transaksi ini,  TELKOM  menguasai  72,72%  saham  Telkomsel.  TELKOM membeli  90,32%  saham  Dayamitra  dan  mengkonsolidasikan  laporan keuangan Dayamitra ke dalam laporan keuangan TELKOM.
14.  2002  TELKOM  membeli  seluruh  saham  Pramindo  melalui  3  tahap, yaitu 30% saham pada saat ditandatanganinya perjanjian jual -beli pada tanggal  15  Agustus  2002,  15%  pada  tanggal  30  September  2003  dan sisa  55%  saham  pada  tanggal  31  Desember  2004.  TELKOM  menjual 12,72%  saham  Telkomsel  kepada  Singapore  Telecom,  dan  dengan
demikian  TELKOM  memiliki  65%  saham  Telkomsel.  Sejak  Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.
15.  Sejak 1 Juli 1995 PT. Telkom telah menghapus struktur wilayah usaha telekomunikasi (WTTEL) dan secara de facto meresmikan dimulainya era Divisi Network. Badan Usaha utama dikelola oleh 7 divisi regional dan  1  divisi  network.  Divisi  regional  menyelenggarakan  jasa telekomunikasi  di  wilayah  masing  masing  dan  divisi  network menyelenggarakan  jasa  telekomunikasi  jarak  jauh  luar  negeri  melalui pengoperasian jaringan transmisi jalur utama nasional. Daerah regional.PT. Telkom mencakup wilayah-wilayah yang dibagi sebagai berikut :

1.  Divisi Regional I, Sumatera.
2.  Divisi Regional II, Jakarta dan sekitarnya.
3.  Divisi Regional II, Jakarta dan sekitarnya.
4.  Divisi Regional III, Jawa Barat.
5.  Divisi Regional IV, Jawa Tengah dan Yogyakarta.
6.  Divisi Regional V, Jawa Timur.
7.  Divisi Regional VI, Kalimantan.
8.  Divisi  Regional  VII,  Kawasan  timur  Indonesia  (Sulawesi,  Bali, Nusa  Tenggara, Maluku dan Papua).

Masing-masing  divisi  dikelola  oleh  suatu  tim  manajemen  yang  terpisah berdasarkan prinsip desentraiisasi serta bertindak  sebagai pusat investasi (Divisi Regional)  dan  pusat  keuntungan  (Divisi  Network),  serta  divisi  lainnya  yang mempunyai  keuntungan  internal  secara  terpisah.  Divisi-divisi  pendukung  terdiri dari  divisi  pelatihan,  divisi  properti,   divisi  sistem  informasi.  Berdasarkan organisasi  divisional  ini,  maka  kantor  pusat  diubah  menjadi  pusat  biaya. Berlakunya kebijaksanaan dekonsentrasi menjadikan jumlah SDM menjadi lebih sedikit.

Visi dan Misi PT Telkom Indonesia, Tbk.

Pada  suatu  instansi  baik  swasta  maupun  pemerintahan  pastinya  memiliki suatu  visi  dan  misi  yang  akan  mengarahkan  suatu  instansi  tersebut  agar  tidak keluar  dari  jalur  yang  seharusnya.  Berikut  visi  dan  misi  dari  PT  Telkom Indonesia, Tbk.

Visi PT Telkom Indonesia, Tbk.

Menjadi  perusahaan  yang  unggul  dalam  penyelenggaraan Telecommunication,  Information,  Media dan Edutainment (TIME) di kawasan regional.

Misi PT Telkom Indonesia, Tbk.

1.  Menyediakan  layanan  TIME  yang  berkualitas  tinggi   dengan harga yang kompetitif.
2.  Menjaga model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.

Sunday, December 18, 2016

Sejarah Berdirinya Perusahaan PT. Indorama


A. Sejarah Berdirinya PT. Indorama

PT. Indorama Petrochemicals, sebelumnya bernama PT. Polyprima Karyareksa adalah produsen Purified Terephthalic Acid (PTA). PT. Polyprima Karyareksa dibangun diatas tanah seluas kurang lebih 261.800 meter persegi. Dimulai dengan kontak kerjasama pada bulan februari 1995 dengan Jhon Brown selaku supplier, sebelum licency dari ICI telah diperoleh pada bulan November 1995, pelaksanaan konstruksi gedung dilakukan oleh PT. Daelima Utama yang penandatangan kontraknya dilakukan pada bulan Agustus 1995 dan konstruksi pabrik dimulai pada bulan September 1995. Pembangunan konstruksi kurang lebih pada bulan Agustus 1997.

Sistem manajeman PT. Polyprima Karyareksa telah diakui secara internasional. Hal ini ditunjukan dengan diperolehnya sertifikat ISO 9002 yang tepatnya pada bulan Desember 1997, komitmen manajeman terhadap mutu dan system yang baik tercermin juga dari keberhasilan perusahaan ini memperoleh sertifikat ISO 9001 : 2000.

PT. Indorama Petrochemicals menghasilkan kapasitas produk 465.000 Ton dalam satu tahun. Sejak IVL bersama dengan yang lain memegang saham di PT. Indorama Petrochemicals, tepat di tahun 2012 kapasitas produk yang dihasilkan mengalami peningkatan mencapai 500.000 Ton dalam setahun.

B Organisasi Perusahaan

PT. Indorama Petrochemicals memiliki struktur organisasi yang dipimpin oleh President Director yang dibantu oleh Technical Advisor PTA, Vice President Director, General Manager, Marketing & Sales, dan HRD. Adapun departemen yang ada di PT. Indorama Petrochemicals adalah sebagai berikut :

1. Department Information Technology
2. Departmen Purchase and Store
3. Departmen Logistic and Warehouse
4. Departmen Marketing
5. Departmen Raw Material Procurenment
6. Departmen Manajement Information System
7. Departmen Security
8. Departmen Health, Safety, Environtment
9. Departmen Civil
10. Departmen Electric
11. Departmen Instrument
12. Departmen Mechanic
13. Departmen Operation
14. Departmen Quality Assurance & Quality Control
15. Departmen Human Resource Development
16. Departmen Technical

C. Bidang Usaha dan Produk

Produk produk PT. Indorama Petrochemicals digunakan untuk proses produksi pada perusahaan ini adalah :

1. Paraxylene
2. Acetid Acid
3. CMB (Cobalt, Manganse, Bromide)
4. Palladium
5. Demin Water

Produk utama yang dihasilkan PT. Indorama Petrochemicals diantaranya sebagai berikut :

1. Purified Terephthalic Acid For PET
2. Polyester Fiber
3. Polyester Film

D. Tunjangan dan Fasilitas

PT. Indorama Petrochemicals sesuai dengan kesepakatan kerja bersama memberikan tunjangan dan fasilitas kepada karyawan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, adapun bentuk tunjangan tersebut diantaranya berupa :

1. Tunjangan hari raya keagamaan
2. Tunjangan perumahan
3. Tunjangan kesehatan
4. Tunjangan shift bagi karyawan shift
5. Benefit Car untuk level Superintendent dan Manager

Perusahaan juga menyediakan fasilitas untuk kemudahan karyawan dalam melakukan aktifitas selama di pabrik yaitu :

1. Penyediaan Bus Untuk Transportasi
2. Kantin
3. Mushola untuk umat muslim

Wednesday, November 2, 2016

Sejarah Berdirinya PT. Krakatau Steel Kota Cilegon


1. Sejarah Berdirinya PT. Krakatau Steel (KS)

PT. Krakatau Steel adalah perusahaan baja terbesar di Indonesia. BUMN yang berlokasi di Cilegon, Banten ini berdiri pada tanggal 31 Agustus 1970. Produk yang di hasilkan adalah baja lembaran panas, baja lembaran dingin, dan baja batang kawat. Hasil produk ini pada umumnya merupakan bahan baku untuk industri lanjutannya.

Di suatu masa pada 1960, Presiden Soekarno merencanakan proyek Besi Baja Trikora untuk meletakkan dasar industri nasional yang tangguh. Sepuluh tahun kemudian tepatnya 31 Agustus 1970, berdirilah PT. Krakatau Steel (persero) yang memanfaatkan kembali peralatan-peralatan dari proyek itu yang berbentuk pabrik kawat baja, pabrik baja tulangan dan pabrik baja profil. Pada 1977, Presiden Soekarno meresmikan mulai beroperasinya produsen baja terbesar di Indonesia itu.

Perkembangan PT. Krakatau Steel sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri baja berlangsung cukup maju. Dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun, perseroan sudah menambah berbagai fasilitas produksi seperti Pabrik Besi Spons, pabrik Billet Baja, Pabrik Batang Kawat, serta fasilitas infrastruktur berupa pusat pembangkit listrik, pusat penjernihan air, pelabuhan khusus Cigading dan telekomunikasi. Dengan perkembangan ini, PT. Krakatau Steel (persero) menjadi satu-satunya perusahaan baja yang terpadu di Indonesia.

Tidak berhenti di sana, perseroan terus mengembangkan produksi berbagai jenis baja untuk bermacam keperluan, seperti baja lembaran panas, baja lembaran dingin dan batang kawat. Saat ini PT. Krakatau Steel memiliki kapasitas produksi baja kasar sebesar 2,45 juta ton per tahun untuk mendukung produksi baja tersebut. Dan dengan sepuluh anak perusahaan PT. Krakatau Steel sanggup mendiversifasi usahanya pada usaha-usaha penunjang yang menghasilkan berbagai produk baja yang bernilai tambah tinggi (seperti pipa spiral, pipa ERW, baja tulangan, baja profil), menyediakan industri utilitas (air bersih, tenaga listrik), industri infrastruktur (pelabuhan, kawasan industri), industri jasa teknik (konstruksi, rekayasa), teknologi informasi, serta menyediakan layanan kesehatan (rumah sakit). Produk-produk baja PT. Krakatau Steel ini tidak hanya ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan baja nasional, tetapi juga dipasarkan secara internasional.

Kemampuan teknis PT. Krakatau Steel yang tinggi sudah diakui menurut standar internasional sejak dahulu kala. Bahkan pada 1973 perseroan sudah memperoleh sertifikat ASTM A252 dan AWWA C200, seta pada1977 memperoleh sertifikat API 5L, untuk produksi pipa spiral. Sertifikat ISO 9001 diproleh PT. Krakatau Steel (persero) pada 1993 dan telah di tingkatkan menjadi ISO 9001-2000 pada 2003. 

Sementara itu, SGS internasional memberikan sertifikat ISO 14001 pada 1997 atas komitmen perseroan pada kesadaran lingkungan dan keselamatan kerja. Pada 10 November 2010, di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak , PT. Krakatau Steel (persero) berhasil menjadi perusahaan terbuka dengan melaksanakan penawara umum perdana (IPO) dan mencatatkan sahamnya di bursa efek Indonesia pada tahun 2011. PT. Krakatau Steel (persero) Tbk membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 17,9 triliun dan laba bersih Rp 1,02 triliun pada tahun 2011, perseroan dan anak perusahan dengan asset senilai Rp21,5 triliun memiliki 8.023 orang karyawan.


2. Visi dan Misi PT. Krakatau Steel

Visi perusahaan:
“Perusahaan baja terpadu dengan keunggulan kompetitif untuk tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan menjadi perusahaan terkemuka di dunia”

Misi perusahaan:
“Menyediakan produk baja bermutu dan jasa terkait bagi kemakmuran bangsa”
Dalam hal kepuasan pelanggan PT. Krakatau steel menerapkan sistem kendali mutu yang ketat dan selalu meningkatkan kualitas produknya serta ketepatan dalam pengiriman barang kepada pelanggan. Terbukti dengan sistem manajemen mutu produk seperti ISO 9002, JLS, dan standar SII. Disamping itu pula sistem manajemen mutu lingkungan PT. Krakatau steel juga telah mendapat pengakuan secara nasional maupun internasional yaitu dengan diperolehnya standar ISO 14001 mengenai standar manajemen mutu lingkungan.